Berdamai dengan ego
Setelah beberapa bulan aku baru mulai menyadari bahwa mungkin sifatku yang kemarin itu salah, jadi akupun mulai memperbaiki semuanya. Perlahan aku mulai berusaha untuk menghilangkan egoku, dan aku juga sudah mulai memahami kesibukannya. Entah itu kesibukan bersama teman atau kesibukan dikampusnya.
Hubungan kita saat itu sangat tentram sekali, tidak ada perdebatan karna kita memang saling memahami bahwa mempunyai kesibukan kita masing-masing.
Aku juga mulai memberi seluruh kepercayaanku kepadanya, aku saat itu sangat yakin bahwa dia adalah lelaki yang tidak akan pernah meninggalkanku seperti yang sebelumnya.
Aku juga heran kenapa aku begitu sangat yakin kepada nya, yakin pada setiap kata-kata yang terucap darinya. Ya mungkin jawabannya cuma satu, yaitu cinta. Karna cinta, aku jadi mampu memberi seluruh hatiku yang bisa dihancurkan kapanpun dia mau. karna cinta, aku tetap rela jika memang hatiku akan dihancurkan, dan karna cinta akupun menjadi hancur.
Hubungan kita saat itu sangat tentram sekali, tidak ada perdebatan karna kita memang saling memahami bahwa mempunyai kesibukan kita masing-masing.
Aku juga mulai memberi seluruh kepercayaanku kepadanya, aku saat itu sangat yakin bahwa dia adalah lelaki yang tidak akan pernah meninggalkanku seperti yang sebelumnya.
Aku juga heran kenapa aku begitu sangat yakin kepada nya, yakin pada setiap kata-kata yang terucap darinya. Ya mungkin jawabannya cuma satu, yaitu cinta. Karna cinta, aku jadi mampu memberi seluruh hatiku yang bisa dihancurkan kapanpun dia mau. karna cinta, aku tetap rela jika memang hatiku akan dihancurkan, dan karna cinta akupun menjadi hancur.
Komentar
Posting Komentar